Artikel Populer

My Twitter Timeline

Rabu, 15 Juli 2009

Apa Arti Kehidupan Itu Sebenarnya ??

failuresTerlalu banyak Hal yang diinginkan, terlalu banyak Kemauan, terlalu banyak Harapan, Tingginya ambisi dan Ego yang akhirnya membuat hidup gw bagai tersesat entah kemana arah yang ingin dituju, walau hati ini sudah berusaha berlari lurus tetapi tetap saja akhirnya diri ini tersesat dan bimbang karna kesombongan dan keegoisan yang ada dalam diri karna dengan PD dan yakin bahwa apa yang selama ini ku jalani ini ialah jalan lurus. Terlalu banyak kemauan dan keinginan??? banyak banyak dan banyak sehingga diri ini sendiri sudah lupa barapa banyak hal yang tak mungkin ku minta pada diri sendiri walau tahu ku takkan dapat memilikinya. Terlalu sering ku melihat orang lain dapatnya dengan mudah merengek, meminta, dan memiliki apa yang ingin sekali ku miliki, kadang terlintas rasa iri di hati tetapi apa daya diri tau sampai sebatas mana kemampuan diri ini, dan hanya bisa memendakan kembali keinginan itu sambil berkata didalam hati "suatu hari nanti pasti ku bisa memilikinya" entah itu barang, harta, wanita ataupun kebahagian karna bergelimang materi. Sambil menatap orang-orang yang tak menghargai apa yang namanya kenikmatan dan kecukupan Materi dari Tuhan, dengan wajah tersenyum tetapi dalam hati menahan rasa yang tak tertahankan ini. Mulai diri ini merenung, bertanya, bagaimana, dan apa yang selanjutkan harus kulakukan tuk dapatkan itu semua..


Mungkin dari semua itu akhirnya timbulkan pola pikir dan pilihan jalan hidup. Seakan-akan diri ini tak mau membuang-buang waktu untuk mendapatkan apa saja yang ku inginkan. Hal yang pertama terfikirkan setelah lulus yaitu bagaimana cari uang tuk kuliah, Lalu jalanin kuliah tanpa mikir hal lain, setelah itu dapat Gelar, setelah itu Kerja. Memang ku akuin singkat sekali jalan pikiran gw dan naif. Melupakan inti dari tujuan untuk apa manusia itu ada. Beberapa hari ini memang ada sedikit hal yang menggangu pikiran dan cara berfikir ku, apakah benar apa yang selama ini ku jalani?? Apakah salah jika seseorang berfikir bahwa dengan uang kita bisa mendapatkan semua hal, Kesenangan, Kegembiraan, Tawa, Cinta, dan Segala surga dunia??... Berawal dari obrolan ringan dan sedikit canda tawa sampai akhirnya bercerita tentang kehidupan, disaat itu semua saling memberikan opininya masing-masing tentang kehidupan, dan diri sendiri pun juga memberikan opini bahwa tuk mendapatkan semua itu intinya ialah uang, Mendapatkan seorang cinta hanya perlu uang banyak, tuk senang-senang pokoknya uang. Sempat tersentil dengan perkataan seseorang, tentang pendapatnya dia dan opini nya. Aneh nya tidaklah melukai perasaan atau kesal, tetapi malah sempat membuat nurani bertanya-tanya, dan semakin membuat menjadi-jadi pertanyaan dipikiran ini.


Pertanyaan di kepala ini semakin menjadi-jadi sampai ada suatu tulisan yang terasa bukan tersentil lagi, tetapi bisa dikatakan seperti tergampar, gak nyangka kalau akhirnya ku kena juga gamparan seperti ini dari dia hehehehe... disore hari dengan gayanya yang santai, enjoy tapi tetap berwibawa cara bicaranya walau hanya lewat sebatas chat, dia mengirim pesan “oh iy pilihan gambar yang bagus ya tuk artikel saya ya ril”. Padahal dalam hati memang artikel apa sich?? Oohh dari judulnya sich mbah surip, ya itu nanti bisa cari di google kan banyak, tapi kok mesti bilang gitu?? Yasuda seperti biasa sebelum mempublish artikel, seperti biasa saya membaca dahulu isi artikel tuk web kami. Ternyata didalam tulisan 2 paragrah itu benar-benar seperti menggampar, dan membangunkan diri, seperti berkata.. “Heii heei bangun!!!! “ Semakin menjadi-jadi saja pertanyaan ini berputar-putar dikepala, apa benar?? Apa salah?? Lalu apa sebenarnya?? Lalu bagaimana seharusnya??? Sumpah itu membuat beberapa hari ini perasaan, pikiran, dan diri ini gak menentu seakan galau, bingung, bimbang.


Selama 2 harian masih berfikir, dan merenung mencari jawaban, dan dalam 2 hari itu memang sedang beruntung mendapatkan libur dan waktu waktu senggang, bersantai dan melakukan aktivitas santai yang memang jarang sekali bisa kudapat. Sambil duduk santai didepan TV dan mencari-cari acara-acara televesi yang sangat jarang tersentuh, melihat beberapa terlihat acara yang membosankan yang isinya hanya cerita-cerita fiksi tentang percintaan remaja yang seperti biasa dengan mobil atau motornya dan cerita cinta bullshit didalamnya. Saat melihat beberapa channel akhirnya terhenti di acara infotaiment, saat seorang artis yang entah memang jujur dermawan atau memang mencari sensasi sedang mengunjungin beberapa anak dan orang-orang cacat dengan memberikan suatu hadiah, tetapi bukan artisnya ataupun hadiahnya yang menjadi perhatianku saat melihat acara itu, Tetapi malah orang-orang cacat itulah yang malah membuat hati ini tersentuh. Walau dalam keadaan kurang seperti itu, tetapi mereka masih bisa tersenyum dan tertawa, seakan mereka tidak ingat kekurang mereka yang tidak mempunyai anggota badan lengkap. Mereka semua saling tersenyum dan tertawa bersama-sama, saling menghilangkan beban hidup mereka masing-masing. Berfikir kembali diri ini yang biasanya hanya menggunakan logika dalam kehidupan sehari-hari tanpa memakai yang namaya perasaan, mungkin karna berkelut dengan yang namanya logika sehari-harinya. Sedikit menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang ada dikepala ini. Tetapi masih terlintas ragu ragu dalam hati.


Di Hari kedua sudah mempersiapkan diri beberapa hari yang lalu untuk acara ulang tahun teman dekat saat SMU dulu, oleh karna itu kuliah pun memlih jadwal pagi. Sekitar jam 7 malam pun langsung berangkat untuk sekedar merayakan ulang tahun teman dengan sedikit mengerjai dan akhirnya memberika hadiah walau hanya sekedar kue yang dibeli patungan dan ucapan selamat serta doa. Tawa serta canda bersama saat mengerjainya, orang yang dikerjai pun bukannya marah ataupun kesal, tetapi juga tertawa dan bahagia, mungkin karna tidak menyangka teman biasa nongkrog yang sudah lama tidak berkumpul setelah lulus masih ingat akan ulang tahunnya. Setelah itu, kamipun langsung kekamarnya yang dulu sering tempat untuk kami ngumpul dulu itu, dengan beberapa potong kue, minuman sebungkus rokok, dan kartu kami mengobrol, tertawa, becanda disaat itu. Seakan semua masalah, beban hidup hilang begitu saja, terganti dengan gelak tawa terbahak-bahak disaat itu. Akhirnnya tiba-tiba terlintas, semua kesenangan saat bersama teman-teman baik teman sekolah ataupun kampus, saat bersama teman-teman dikampus, saat menginap di rumah choir bersama-sama semua, saat bernyanyi, tertawa saat bekarokean bersama semuanya. Tawa dan kesenangan yang tak terganti oleh apapun, Kesenangan dan kenikmatan yang mungkin tak bisa dinilai dengan uang ataupun materi. Tidak bisa dibeli dimana warung, supermarket, ataupun mall-mall. Inikah jawaban yang ku cari selama ini?? Inikah yang namanya arti kehidupan?? Inikah yang namanya kesuksesan?? Inikah yang namanya Kebahagiaan??... Manusia itu memiliki arti saat mereka bisa berguna bagi orang lain, dapat menempatkan dirinya disaat apa dan bagaimana menempatkannya, dapat membuat orang lain merasa berarti, dapat melihat orang lain tersenyum bahagia. Sukses membentuk dan menjaga persahabatan kita, sukses membuat orang lain senang dan bahagia, Sukses membantu Sesamanya, Dan Akhirnya kita menemukan Kebahagian kita bersama mereka semua. Apalah arti dari sebuah gelar dan penghargaan?? Mungkin kita bisa hanya dalam waktu 1 atau 4 jam kita hadapi ujian lalu lulus mendapatkan gelar dan title yang banyak sampai panjang tidak muat didalam kartu nama ataupun KTP kita, atau mempunyai uang yang melimpah dari undian ataupun juara idol sesuatu, tapi apakah semua itu berarti tanpa ada sahabat-sahabat dan keluarga disamping kita?? Tentunya tidak, semua itu akan terasa hampa dan tak berarti, Karna kebahagian itu muncul saat dimana ada sahabat-sahabat, keluarga disamping kita yang memberikan selamat atas berhasilnya kita, berbagi cerita bersama mereka dan tertawa bersama. Melimpahnya materi pun terasa tak berarti saat mereka tidak ada. Terbayang oleh bayangku andai kata mereka tidak ada, Gelar yang begitu banyak, harta melimpah, orang lain pasti memandang kita berbeda. “Sombong sekali dia, ih gilaa gelar, ih apaan sich itu, mau pamer-pamer ya??, duit dari mana tuh, buat apaan tuh duit banyak bgitu paling tuk maksiat??.. itu pasti yang keluar dari keluar dari mulut orang. Disaat kita tidak menghargai atau berguna untuk orang lain, kita egois yang menganggap diri kita saja yang penting, yang lain mah gak penting.


Teguran dan sentilan ini semakin membuat diri ini sadar, seharusnya diri ini mensyukuri apa yang telah Allah berikan ke diri ini, walau hanya sedikit pengetahuan yang ada. Akan menjadi lebih baik lagi saat kita dapat berguna saat dapat membantu sahabat, dari pada meninggikan ego untuk menjadi lebih baik sendiri saja dan mengejar materi, yang sehingga membuat diriku terlupa akan kesenangannya ku saat didepan komputer untuk hobby, seakan kesenangan saat pertama kali bekerja di warnet dimana senang sekali membantu atau member support client-client yang kurang mengerti tentang komputer, terganti akan mencari materi semata, sehingga terasa tidak adanya petunjuk dari Maha Gusti Allah untuk mendapatkan hal-hal yang lebih baru tentang ilmu pengetahuanku dan tentunya sahabat-sahabat yang ada disamping kita. Sekarang ku semakin yakin, bahwa manusia didunia ini akan lebih berarti saat berguna untuk orang lain. Thanks for papa, mama, keluarga, dan semua sahabat-sahabat ku (terutama yang telah menamparku dengan tulisannya hehehe..) thanks for all..


Masih banyak yang perlu kupelajari tentang kehidupan didunia ini, masih panjang jalan yang kujalani. tetapi Selama masih ada mereka semua. InnsyaAllah dapat ku jalani.



“NOW I WONT BE AFRAID, BECAUSE WHEN I’M STANDING IN THE DARK I’LL STILL BELIEVE, MY FAMILLY AND FRIEND WATCHING OVER ME”














Best Regards,
Nuril Umam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar