- chepe banget
Semua berawal dari sekolah yang bernama SMAN 100 Negeri Jakarta, dimana dulu sekolah dan kuburan china jadi tampak sama, premanisme merajalela, peterpan masih sering muncul di tv dan matematika masih menjadi hal yang sulit untuk saat itu. Waktu dulu sekolah mungkin gue salah satu murid yang sama sekali nggak ada motif dan niat untuk sekolah. Karena sekolah menjadi suatu tuntutan orang tua kepada anaknya. konon orang tua sering berkata, kamu harus sekolah, setelah kamu lulus SMA kamu kuliah dan dapat sarjana, setelah sarjana kamu akan kerja enak jadi bos, sehingga nanti jika sudah jadi bos kelak kamu bisa dapat istri yang cantik-cantik seperti nabilla syakieb. Termakan janji manis dapat menikahi gadis mirip dengan nabilla syakieb, gue pun secara yang mau tak mau akhirnya menjalani hari-hari bersekolah.
Gue sebagai salah satu siswa yang gak punya semangat ataupun gairah untuk sekolah cuma bisa menjalani keseharian disekolah dengan flat. Datang kesekolah berbekal uang 6.000, Ongkos pulang balik 4.000 jadi sisanya Cuma 2.000 untuk jajan. Entah kenapa ongkos jadi lebih banyak dibandingkan uang jajan sendiri, belum lagi terkena pajak dari preman-preman saat mau berangkat kesekolah. Memang saat dulu gue kelas 1 premanisme masih merajalela kaya lagu kangen band.
Dibeberapa minggu baru masuk sekolah gue sudah terkena yang namanya palak, Itu pertama kalinya dalam sejarah hidup gue dipalak. Waktu itu masih terekam sekali dimemory kepala ini, tepatnya hari Jum’at, cuaca cerah, langit biru, burung masih berkicau dan matahari masih terbit dari timur. Sungguh situasi dan kondisi yang sangat mendukung tuk terjadinya insiden pemalakan ini.
Seharusnya gue sadari masuk sekolah di siang hari setelah Shalat Jum’at jalanan menuju SMAN 100 (tepatnya di pinggir kalinya) sangatlah sepi, kita berjalanan hanya ditemani oleh rumput yang bergoyang. Gue turun dari mikrolet 54 langsung jalan ditempat yang sepi itu, dan tampak dari kejauhan gue melihat ada beberapa orang sedang nongkrong, Firasat dalam hati udah nggak enak banget karna wajah mereka terlihat tidak bersahabat bagai kepompong dan sepertinya mereka sedang berbahagia mendapatkan mangsa yang empuk. Dengan keteguhan hati ingin menikah dengan nabilla syakieb, gue pun dengan mantapnya tetap jalan menuju sekolah.
Sejalannya menuju sekolah gue cuma bisa mengiringi setiap langkah gue dengan doa-doa dan zikir agar tidak terjadi apa-apa. Tapi apa daya, lutung tak dapat diraih dan krisnamukti dipukuli, dari seberang jembatan ada yang datang menghampir. Sungguh rasanya batin gue masih belum siap dengan semua ini. Bayangkan!!! gue baru masuk beberapa minggu, bayar uang gedung saja belum lunas, LKS belum ke beli semua, tapi kenapa gue harus berada didalam kondisi ini.
[caption id="" align="aligncenter" width="160" caption="icon preman disaat itu"]
Akhirnya kedua mata kami saling memandang, suasana menjadi sepi dan hening, aku diam tanpa kata, dan hanya hati yang dapat berbicara, “ya Allah lindungi hambamu ini”.
Seketika suasana sepi terpecah oleh suara dari sang preman (lebih tepatnya anak kampung situ)..
Conversation yang gue ingat antara gue dan si preman :
Preman : “HEH, boy bagi duit donk”
Gue : “He’eh bang….” (tanpa basa basi gue langsung mengeluarkan uang yang sekira cukup buat dia)
Preman : “taaaii!!, apaan nih gopee!!!. lu kira gue pengemis!!” (dengan nada agak terhina karna di sejajarkan pengemis)
Gue : “hehe iya bang, ini bang lagi” (gue gak tau standarisasi klo dipalak berapa, jadi gue ngasih gope lagi)
Preman : “yaa udah sono looh”
Gue : “………..”(gue berjalan diam karna masih shock kehilangan duit 1000)
Dan setelah kejadian itu, dunia kepremanan di seratus masih tetap berlanjut. Pernah gue dengar ada teman yang dipalak yang nominal uangnya lebih banyak dari gue, ada yang hapenya diambil, dan ada juga yang kejantanannya di ambil (lho?). Sebagian teman gue yang pakai motor beruntung, karna mereka selalu aman karna lewat jalur bebas hambatan preman. (lumayan lebih jauh klo jalan kaki).
Semenjak kejadian itu gue harus lebih kreativ dan inovatif layaknya McGever dalam menghindarinya kebrutalan preman yang bisa malak 1000 rupiah dari gw kapan saja. Beberapa cara ampuh menghindarinya yaitu dengan cara lewat jalan-jalan kampung yang sempit dan berbelok-belok kaya teka-teki silang ataupun penempatan waktu jalan sekolah yang tepat agar tidak dipalak. Misalnya, lu harus tau jam-jam berapa jalanan menuju sekolah itu ramai. Biasanya jalanan itu ramai klo jam 12 kurang sedikit gitu, dan gue bisa bareng teman-teman yang banyak atau siapa saja biar ada temannya saat melintasi lintasan berpenunggu preman itu. Minimal klo ada temannya kan dipalak jadi nggak sendirian kaya waktu dulu atau nanti saat dipalak gw bisa bermusyawarah untuk mencapai mufakat sama teman seperpalakan gw, sebelum kita mau ngasih duit berapa untuk preman itu.
- Siswa korban pemalakan 1000 rupiah dari kebiadaban preman
Tapi cerita tentang kebesaran preman nggak berlanjut lama, pas sudah kelas 2 sudah nggak ada lagi yang namanya kepreman-premanan di daerah sekolah, karna katanya sich sudah di berlakukan polisi panggilan dari sekolah karna pengaduan dari beberapa siswa. Semenjak saat itu gue bisa jajan sekolah dengan utuh tanpa harus kelaparan karna sebagian uang dipalak.
Kelas 1C adalah kelas gue dulu, dimana kebodohan lebih dominan daripada kepintaran didalam kelas. Karna dikelas itu hanya wanitalah yang dapat survive dan berpikir jernih untuk masa depan, dan selebihnya kami para kaum lelaki hanya dapat memikirkan, “makan apa ya nanti istirahat sekolah?” Sungguh pemikiran pendek dari para siswa dimasa itu.
Dulu sewaktu pertama kali memilih tempat duduk dikelas gue mikir “duh klo duduk didepan nggak mungkin “karna bisa buat otak gue kurus karna berfikir terus”, duduk ditengah udah penuh sama cwe-cwe beringas yang sepertinya bakal jadi the next geng nero, dan akhirnya yang kesisa hanya tempat duduk dibelakang.
Akhirnya pilhan jatuh dibangku kosong belakang, dimana disebelah tempat duduk itu terlihat ada sosok orang yang kayanya gampang buat dihutangin. Sampai saat ini masih terbesit dipikiran gw, kenapa pertama kali masuk sekolah gue bisa duduk sama makhluk yang mirip kaya orang ini. Dan orang itu adalah Prio, dia salah satu sosok sahabat gue yang sering diomongin di blog gue dan dia jugalah teman pertama gue di SMU dan sahabat baik gue sampai kapanpun.
Dia yang waktu itu adalah sosok orang yang terlihat abstrak, rambut nggak gondrong kaya sekarang dan dia lebih terlihat seperti penjual asongan daripada seorang siswa. Berbeda dengan yang sekarang yang lebih terlihat seperti preman lampu merah. Sampai nyokap gue terakhir kali ngeliat dia nggak nyangka dia sudah berubah gondrong gitu. Nyokap ngomong, “Ya Allah itu Prio ril? Kok jadi bedugalan dan kaya preman pasar begitu??”. Gue Cuma bisa jawab, “iya ma dia sudah berubah, sekarang tampangnya sudah kaya orang kebanyakan minum temulawak, tetapi walau seperti itu dia masih prio yang seperti dulu kok ma”. Sekarang juga gue agak lose contact sama dia, ya karna kesibukan masing-masing. Dia sibuk ngelatih basket di SMK 46. Di sampingan melatih basket, dia juga buka bisnis bikin baju untuk team basket. Dia memang orang yang suka tenggelam sambil minum air.
[caption id="" align="aligncenter" width="358" caption="lupa minum irex"]
Seiring waktu berjalan dan LKS harus dibayar, teman-teman gue pun bertambah, dari yang dulu cuma manusia bernama prio akhirnya bertambah orang yang didepan gw. Dan jujur gue lupa nama panjang itu orang, klo nggak salah FX riski apa namanya. Dia pria yang supel dan feminim yang dapat diandalkan saat ulangan, asal kita dapat mencontek tanpa dia ketahui.
Oke terlepas dari FX FX’an, teman-teman gue juga nambah, ada si Ariwibowo (dibaca: bowo), dia adalah anak dari pengusaha bakso, yang nama rumah makannya juga tersohor di daerahnya dan menjadi bakso favorite bagi anak-anak kelas gue (karna kita bisa makan gratis dengan cita rasa bakso spesial). Perlu diketahui juga, dia adalah pewaris tahta dari kerajaan baksonya. Makanya dulu kita sering manggil dia pangeran baks. Mungkin seandainya si Pak Bondan makan bakso disana dia akan berkata, “ini adalah bakso termaknyoos yang pernah saya makan”. Lalu Andy Suprianto, pria asli kelahiran bumi ini walaupun masih berstatus SMA dia mempunyai tenaga setaraf dengan kuli-kuli bangunan. Kemampuan tenaganya tak usah dipertanyakan lagi dikehidupan sehari-harinya. Ada juga Kurnia saputra, dengan nama ayahnya yang tersohor se KODAM. Dia mempunyai seorang Kakak yang cantik jelita mengalahkan Syahrini dalam penampilannya. Sungguh jika kami bermain dirumahnya dan sedang ada kakaknya, itu menjadi suatu rezeki bagi kami.
Lalu ada juga si Samuel Pangestu Gom-Gom (biasa dipanggil GomGom), Pria yang dengan mudah bisa kita jumpai di game-game online ini mempunyai seorang Opung (nenek) yang sangat kami agung-agungkan layaknya berhala. Ucapannya kepada gom-gom sudah seperti ayat-ayat cinta buat kami hehehe.. Pokoknya dia wanita yang kami hormati setiap kami main kerumahnya. Dan lalu Faizal Amris (dibaca: Idung), pria yang mempunyai keturunan jiwa pembalap ini sering kita lihat diajang trek trekan. Kemampuan membalapnya yang lihai ini tercipta dari tempaan dan didikan dari kakak-kakaknya yang pembalap juga. Tak heran saat sedang balapan motor liar dia sudah terlihat seperti Rossi yang sedang kebanyakan ngisep knalpot motor. Dan perlu diketahui, sudah banyak taruhan motor yang sudah di menangkan oleh adiknya Japong ini (kakaknya yang sudah lebih dulu mendalami dunia balap motor liar).
[caption id="" align="aligncenter" width="600" caption="saat pertama kali naik busway"]
[caption id="" align="aligncenter" width="336" caption="faisal si pembalap muda berbakat"]
Dan sekarang ini juga gue agak susah tuk ketemu sama mereka semua, karna selalu nggak bisa syncron waktunya. Disaat mereka ajak ngumpul pasti gue lagi ada aja sidejob yang mesti gue selesaian. Sekarang juga jarang ngobrol, ya paling ngobrol atau comment-comment’an sama si pangeran baks di facebook. Dan kalau Prio gue juga sudah jarang datang waktu dia ngelatih basket. Walau kehidupan SMA gue memang nggak terlalu spesial tuk gue pribadi dibandingkan kehidupan kampus, tetapi tetap masa SMA adalah masa yang nggak bisa dilupain, karna dimasa itulah masa pencarian jati diri seorang anak manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar