Artikel Populer

My Twitter Timeline

Sabtu, 29 Mei 2010

Soal gak waras

Gue kuliah di jurusan Teknik Informatika, tapi nggak tau kenapa gue itu dapat mata kuliah yang kadang-kadang diluar akal otak gue yang dangkal. Misalnya, sampai disemester 4 ini gue masih merasa kok rasanya kurang aja dapat makul (mata kuliah) yang berhubungan sama hoby  gue. Kaya masih dapat Kalkulus, Statistic,  Fisika, PPKN dan terakhir Teknik Riset Operasional.


Ini dia permasalahannya, dulu sewaktu lulus SMU itu gue itu mau kuliah, tapi yang kira-kira nggak terlalu banyak ngitung-ngitung kaya semacam kalkulus atau fisika gitu. Akhirnya keputusan gue masuk ke jurusan yang berhubungan sama komputer aja, karena eh karena saat itu dan sampai saat ini juga gue cinta banget sama yang namanya komputer.. sampai-sampai komputer dirumah gue namain “marimar”. Dia udah gue anggap kaya pacar sendiri, walau kadang-kadang gue mencoba poligami sama cwe beneran. Tapi tenang kok, marimar udah punya tempat tersendiri dihati gue yang paling dalam (hueek hueeek).


Bek tu topik, Jurusan TI lah yang akhirnya gue ambil setelah lulus sekolah. Gue kira setelah kuliah gue akan terlepas sama yang namanya penyiksaan hidup dengan itung-itungan kaya di SMU gitu. Tapi ternyata, shiiitt lebih parah.. Otak gue didera berbagai sikssan batin dari yang ngitung-ngitung yang menurut gue agak bertentangan sama hati kecil gue (ciee ilee).  Siksaan paling berat itu menurut gue sewaktu dapat makul Kalkulus dan fisika gitu, karna 2 makul itu nggak dapat Cuma 1 semester aja, tapi berlanjut ke semester-semenster berikutnya kaya Sinetron Cinta Fitri aja pake Kalkulus-1, kakulus-2, Fisika dasar, Fisika menengah, fisika atas, fisika terbang, Statistic dasar dan sampai statistic sesion ramadhan.


Klo gue nanya sama senior-senior gue diatas gue.


“Bang kenapa sich pak kita harus belajar kaya beginian juga?? Padahalkan di dunia pekerjaan kita nggak mungkin ditanya berapa menit seorang monyet akan mati saat dia melompat dari atas gedul mall dengan ketinggian gedung 5 lantai dan kecepatan angin 500/Rpm”, ujar gue secara ngacoo. ..


“memang benar pelajaran ini nggak bakal dipakai dipekerjaan, apalagi pertanyaan bego lu itu. Tapi dengan mempelajari ini dapat melatih algoritma kita, biar semakin tajam, aktual dan terpercaya”, Jawaban senior secara mantap ke gue.


Kemarin hari senin, seperti biasa “I hate Monday”. Karna hari senin identik dengan macet-macet. Dihari itu,  di tas kuliah gue yang isinya Cuma sepatu futsall doank (jangan ditiru saudara-saudara). Dan nggak tau klo hari ini kuliah itu Quiz yang nilainya sekitar 20%. Langsung gue shock dan sedikit epilepsi mendadak. Akhirnya mau gak mau masuk kelas juga. Setelah beberapa menit nyatet soal, akhirnya dosen TRO (Teknik Riset Operasional) masuk kelas. Sekilas gue melihat wajah dosennya kaya himpunan-himpunan angka, ada bilangan real, desimal, dan 12345 diraut wajahnya.


Ada yang aneh sama ini soal, gue sich cuma liat ada 1 soal di papan tulis, dan ini berarti menunjukkan “Ashyiiiiiiiik bisa cepat selesai nih quiznya, terus main futsal deeh”. Tapi entah kenapa, kok aura disekitar gue pada khawatir, resah, gundah dan gulana semuanya. Gue nggak tau apa yang mereka pikirkan, tapi ya biarlah.. gue mah tetap cengar cengir aja dikelas. Setelah menulis soal akhirnya gue mencoba jawab tuh soal, eh tapi gue baru sadar ternyata gue kan nggak ngerti sama sekali soal ini. Dan akhirnya gue menggantungkan harapan berupa jawaban keteman deket gue aja.


Beberapa menit kemudian, suasana semakin mencekam, spectakuler, sepi, canda tawa semakin berkurang, suara tangis anak kecil mulai terdengar (loh loh?? Anak siapa ini??) dan wajah dari mahasiswa-mahasiswa semakin panik. Gue menulis jawaban dari contekan teman.. pertama 1 lembar, setelah itu 1 setengah lembar. Gue bingung kenapa kok gak habis-habis gue nulis jawaban ini?  Seperti soalnya di setting tanpa batas. Sampai akhirnya dilembar yang kedua, gue baru sadar… “SUMPAAAH INI SOAAAL YANG BIKIN NGGAK WARAS”,… seketika gue terdiam dan mencoba tersadar dari kenistaan soal ini.





[caption id="" align="aligncenter" width="357" caption="ini bikin soalnya waktu mabok kali ya"][/caption]

Beberapa menit kemudian dosen ngomong gini,


“saya mau lihat hasil perhitungan dan gambar grafik kalian, klo sama berarti nilai kalian A atau B”, seru dia berujar..


Gue nyeletuk.. “yyaaaaah dapat “D” lah soalnya nggak waras gini”


Seketika dosen langsung nanya, siapa tadi yang ngomong??  Siapa? … secara refleks seakan-akan berkomplot sebagian anak menunjuk dan menyebut nama Jonathan, ups salah maksudnya nuril pak… sumpaah sejenak gue merasa seperti terkhianti sama teman-teman gue. Untung tak dapat diraih dan rahul kembali bernyanyi, si dosen masih baik hati nggak ngasi gue nilai D, tapi hanya sedikit sindiran ke gue hahahhaha selamat selamat (tertawa bergembira setidaknya  gak bakal dapat D, tapi C).





[caption id="" align="aligncenter" width="358" caption="tabel rumus untuk membuat mahasiswa mencret seketika"][/caption]

Akhirnya dari segala quiz tak berkeprikuliahan itu gue nggak menyelesaikan sampai habis, Cuma sampai 2 lembar itu juga udah mencreeet dan dilarikan ke tukang nasi goreng terdekat (laper).. tapi biarlah yang penting gue udah usaha.. daripada gue streezzz mikirin soal yang sejenak membuat gue berfikir dunia ini lebih kejam daripada majikan.


Manusia itu batasannya hanya berusaha dan berdoa, selebihnya itu urusan Allah… stress itu datang dari manusia yang tidak berusaha dan berdoa (by Novel : “Negeri 5 Menara”).


Bai de wei, buat yang lagi berusaha buat ujian UMB, UNPTN, SPMB, STNK, dan UMBRELLA semangat yaa.. berjuang.. Pasang niat  yang kuat, berusaha keras, berdoa, lambat laun perjuangan kita akan berhasil.. (by Negeri 5 Menara)..


Lagi-lagi negeri 5 menara ya, iya gue lagi baca ini novel bagus daahh.. tapi belum sampai habis, tinggal beberapa bab lagi. Dan suerr ini novel bagus banget deh..





[caption id="" align="aligncenter" width="486" caption="Man Jadda Wa Jadda "][/caption]

1 komentar: