Pagi ini seperti biasa saya melakukan aktivitas keseharian. Saat pertama duduk dibangku langsung hal pertama yang saya buka adalah email-email yang masuk berisi
task-task yang harus dikerjakan hari ini dan segelintir status-status facebook.
Setelah itu biasanya saya akan kebawah bersama teman-teman seperjuangan untuk
sekedar meminum kopi dikedai kopi, tapi entah kenapa pagi ini saya tidak begitu
ingin kebawah namun ingin membaca email-email lama yang notabennya sudah di
archive kan. Dari beberapa email itu teringat kembali obrolan-obralan dengan
teman yang berisi tentang joke-joke yang sedikit membuat saya terhibur untuk
dibaca lagi, namun ada 1 email tak sengaja saya baca kembali, dan jujur isi
email tersebut sedikit membuat saya kembali merenung, email berisi tentang
nasehat.
Nuril , Ada kata2 dari Sang Budha yang selalu saya ingat "Do not dwell in the
past, do not dream of the future, concentrate the mind on the present
moment.".
Kurang lebih begini penjabarannya :
Jgn sia2kan pikiran dan waktu untuk memikirkan yang sudah terjadi atau membayangkan yang belum terjadi. Karena dengan begitu kita akan melewatkan KENIKMATAN yang diberikan TUHAN hari ini .Masa lalu adalah pengalaman . Diambil hikmahnya dijadikan bekal meneruskan perjalanan. Masa depan sudah digariskan dalam takdir kita . Apapun yang kita bayangkan dan usahakan hasilnya akan tetap sama . Manusia BERUSAHA , Tuhan MENENTUKAN.
KEKECEWAAN muncul jika dalam berharap dan berencana kita melupakan KEIKHLASAN, KEPASRAHAN dan KEBERADAAN- Nya sebagai YANG MAHAKUASA.
Hati yang tenang adalah segalanya ,karena Tuhan berkomunikasi dengan umatnya melalui hati . terkadang otak yang membuat rumit suatu masalah
OTAK : Kamu itu hati , punya perasaan sedikit doong , ada masalah kok tenang2 saja , minimal deg2an kek
HATI : Panik itu kan pekerjaan kamu , kamu yang suka bertanya2, menebak-nebak,berharap-harap
OTAK : Maksud kamu apa ?
HATI : Aku sudah tau jadi ndak perlu deg2an ,menunggu ,atau menebak2 seperti kamu , ndak perlu cemas karena aku sudah tahu
OTAK : Tau apa kamu . Apa kamu tahu kalau Nuril cinta sama gadis itu ?
HATI : Nggak perlu mengkhawartirkan Nuril . Nuril sudah tahu karena aku ada didalamnya . Akulah Nuril
OTAK : Sok banget . Aku juga bagian dari Nuril . Tanpa aku Nuril itu cacat mental . Tanpa otak manusia itu mati !
HATI : Tanpa hati , manusia itu sebenernya tidak ada . Otak melengkapi raga, fisik . Hati yang membuat manusia HIDUP dan PUNYA ARTI
(Samsara)
Ok ril , life must go on , faced with the spirit
rgds
ADB
Sun, November 22, 2009 8:20:55 PM
Kita sama-sama mempunyai kepercayaan masing-masing, namun saya yakin setiap
agama pasti sama-sama mengajarkan yang baik kepada umatnya.
Terkadang kita merenung dan berfikir menggunakan otak kita, “apakah saya
mencintai dia??”, “apakah sayang kepada dirinya??” kita berfikir dan terlalu
sibuk bertanya sehingga membuat semua menjadi rumit sampai-sampai kita melupakan
perasaaan yang kita jalani itu adalah sebuah rasa cinta dan kasih sayang. Hati
kita tak tenang, pikiran kita selalu bertanya dan menduga-duga.
Saat kita mendapatkan masalah kita kecewa, mungkin karna saat berencana dan
berharap kita terlalu sombong dengan diri kita sendiri, bahwa saya mampu
sendiri. Padahal pada kodratnya Manusia hanya berusaha dan Tuhan yang
menentukan. Banyak hal yang belum saya ketahui, saya ingin mengerti dan
memahami, namun tidak sebatas itu saya ingin juga menjalani bagaimana hidup
tanpa lupa kodrat saya sebagai Hambamu ya Gusti Allah..
picture from : http://nhapoenya-xv.blogspot.com/2011/01/hati-vs-otak.html
Best Regards,
Nuril Umam

Thank for your beat
BalasHapus